Untuk membuat Design Logo kali ini saya menggunakan software Design Corel Draw X-4. Software ini sangat familiar untuk membuat design Logo, Kaos vktor dll. Pada langkah pertama dalam membuat Design Logo “Kaoskaki” yaitu kita membuat shape tool. Dalam langkah ini Shape tool yang digunakan yaitu Rectangle Tool. Buatlah 1 Rectangle Tool berbentuk persegi panjang dengan background warna Hitam.

 
Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah membuat sebuah lingkaran di dalam shape Rectangle yang sebelumnya dibuat. Kita menggunakan shape tool yang bernama Ellipse Tool. Buatlah Lingkaran dengan ukuran sedang untuk menempati tempat kosong di dalam persegi panjang. Berilah warna dasar Lingkaran berwarna Hijau.

 
Pada langkah ketiga kita akan mengatur bentuk Lingkaran yang sebelumnya kita buat tadi agar lingkarannya diperkecil dan berlubang di tengahnya. Dalam hal ini kita menggunakan Tools yang bernama Trim. Untuk dapat masuk ke dalam tool Trim terlebih dahulu kita masuk ke Menu Arrange yang terdapat dalam Toolbar. Setelah itu carilah sub Menu Shaping, lalu pilih Trim yang terdapat di dalam Shaping. Setelah itu lakukan Trimming dengan ukuran yang sewajarnya.


 Terlihat dalam gambar di bawah ini adalah hasil dari proses Trimming yang kita lakukan pada proses sebelumnya. Lingkaran yang tadinya full sekarang sudah menjadi Lingkaran yang ditengahnya tidak penuh. Sudah menjadi cincin / ring.


 Langkah Selanjutnya adalah menyisipkan Tulisan / Text dalam Logo. Nantinya Text akan saya letakkan di dalam Lingkaran. Saya melakukan pencarian Font Style yang cocok untuk Logo yang saya buat ini. Akhirnya saya menggunakan jenis Font “Gill Sans Ultra Bold”. Untuk mendapatkan jenis – jenis tulisan / font masuk ke dalam Menu Text – setelah itu masuk ke dalam Sub Menu Font Style. Ukuran font di sesuaikan dengan tempat yang tersedia.


 Sudah terlihat Font yang sebelumnya tadi dipilih warna dan ukurannya sangat padu dengan shape yang ada. Saya mencoba untuk menyisipkan 1 huruf terlebih dahulu. Font saya beri warna Hijau agar mempadukan dengan background serta shape Ellipse. 


 Langkah terakhir adalah melengkapi Font yang akan menjadikan Logo terlihat menarik. Sama seperti langkah sebelumnya maka kali ini saya melengkapi text untuk Logo. Dan Logo “KAOSKAKI” sudah selesai dibuat.

 
Dalam gambar di bawah ini, design Logo “Kaoskaki” sudah selesai dibuat. Terlihat padu antara bentuk shape dan Font Style. Jika ingin melakukan yang lebih menarik lagi maka anda dapat melakukan proses editing yang terdapat dalam menu Corel Draw. Trima kasih semoga tutorial membuat Logo yang saya berikan dapat bermanfaat untuk anda para pencinta design.


Sejarah Design Grafis Awal Mula Sejarah Design Grafis.

Di era sekarang ini design grafis sudah sangat popular dan bahkan hampir setiap kegiatan kita berhubungan dengan design grafis. Banyak tercipta para designer-designer grafis muda yang professional, karena pada dasarnya kunci utama design grafis adalah mempunyai banyak ide. Tapi tahukah anda sejarah awal mula design grafis? Dan tentunya kita perlu mempelajari perkembangan dan sejarah design grafis. Untuk itu pada kesempatan kali ini, awalmula.com akan mengutip sedikit perjalanan atau perkembangan dan sejarah design grafis dari tahun ke tahun hingga sampai saat ini, untuk menambah wawasan kita terutama dalam dunia design grafis.

Seperti yang kita ketahui, kunci utama dalam design grafis adalah mempunyai banyak ide dan mampu menguasai beberapa software-software design grafis seperti desktop publishing, webdesign, audiovisual dan rendering 3 Dimensi.

Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.

Lambang/ aksara sebagai alat komunikasi diawali oleh bangsa Punesia (+ 1000 tahun SM), yang saat itu menggunakan bentuk 22 huruf. Kemudian disempurnakan oleh bangsa Yunani (+ 400 tahun SM) antara lain dengan mengubah 5 huruf menjadi huruf hidup. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya bangsa Romawi menetapkan alfabet dari Yunani tersebut menjadi 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.

Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis-tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan.

Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

Era Cetak
Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.

Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.

Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan tehnik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan tehnik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Tehnik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.

Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.

Batasan Media Design Grafis
Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan Unsur Design
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Referensi :
http://eliskey.student.umm.ac.id/2011/09/22/sejarah-design-grafis/

Kalkulator yang saya maksud di sini itu memang kalkulator yang sangat sederhana, hanya bisa menangani operasi dasar matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Model interfacenya seperti berikut : Kita bisa memasukkan bilangan-bilangan yang ingin dijumlahkan, dikurangkan dll di dua kotak yang terletak di antara listbox berisi operator matematika tersebut. kemudian saat menekan tombol Submit maka hasil dari operasi matematika akan tampil di kotak paling bawah. Nah, kode HTML dan Java Scriptnya adalah sebagai berikut :

Cloud computing tidak lama lagi akan menjadi realita, dan ini akan memaksa para IT professional untuk cepat mengadaptasi yang dimaksud dengan teknologi ini. Akibat dari keadaan sosial ekonomi yang terus mengalami revolusi yang sangat cepat sehingga melahirkan cloud computing, dimana teknologi ini dibutuhkan untuk kecepatan dan realibilitas yang lebih dari teknology yang sebelumnya sehingga teknologi ini nantinya akan mencapai pada tingkat investasi dalam term cloud service yang cepat dan mudah.

Cloud sudah hadir di depan kita saat ini, namun apa itu cloud ? kemana tujuanya ? dan apa resikonya? dan bagaimana organisasi IT mempersiapkan ini ? itulah pertanyaan yang setidaknya akan hadir oleh beberapa praktisi ataupun peminat IT, Cloud computing pada dasaranya adalah menggunakan Internet-based service untuk meng support business process. Cloud service biasanya memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

Sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.

http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan

Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.

Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. sebagai media interpersonal dan massa;
b. bersifat interaktif,
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.

Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.
Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”.

Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
•arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
•kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
•aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
•daya tampung meningkat,
•adanya standardisasi pembelajaran,
•meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.

Tiap - tiap individu pasti memiliki suatu harapan. Dalam hal ini saya menceritakan tentang harapan saya sendiri. Sebagai seorang manusia yang memiliki akal serta pikiran. Saya sangat banyak memiliki harapan, tetapi harapan tersebut ada yang sudah didapatkan dan ada juga yang masih belum tersampaikan. Pada umur sekarang ini ingin sekali sebagai pribadi yang memiliki ilmu dan berakal saya dapat memiliki suatu usaha kecil untuk mengurangi beban orang tua.

Jika saya selalu bergantung terhadap orang tua tidak mungkin rasanya dan malu sekali bahwa saya harus bergantung kepada orang tua. Saya sangat berharap menjadi mahasiswa yang sukses dan menjadi pribadi yang dapat dibanggakan masyarakat, dalam hal ini orang tua yang paling utama. Oleh karena itu harapan - harapan yang saya impikan harus dimanfaatkan dengan kuliah saya saat ini dan berjuang demi tercapainya cita - cita tersebut.

Manusia biasanya mengalami kegelisahan oleh karena adanya suatu hal. Hal tersebut yang mempengaruhi manusia tersebut menjadi gelisah. Bahkan mungkin manusia tersebut bisa membawa masalahnya tersebut ke dalam alam bawah sadarnya yaitu ke dalam mimpi mereka. Kegelisahan di dalam diri manusia dapat di alami ketika seseorang mengalami suatu masalah di dalam dirinya.

Contohnya seperti seseorang siswa/siswi yang gelisah ketika akan dilakasanakannya UN(Ujian Nasional. Kegelisahan akan hadirnya Ujian Nasional menyelimuti seluruh siswa/siswi sekolah, baik negeri maupun swasta. Kegelisahan siswa/siswi teramat dalam demi tercapainya standar kelulusan UN.

Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena ada yang di inginkannya tidak tercapai.